Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Kiat menghindari penyakit semasa banjir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-03 10:53:02【Resep Pembaca】173 orang sudah membaca
PerkenalanArsip Foto - Warga melewati genangan di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan membagikan kiat-kiat untuk menghindari masalah kesehatan dan penyakit semasa banjir.
"Saran utama adalah meminimalkan konngak langsung dengan air banjir sebisa mungkin. Jika tetap harus berada di genangan, gunakan sepatu atau bot tebal, sarung tangan, dan pakaian pelindung," kata dr. Faisal Parlindungan, M.Ked (PD), Sp.PD,K-R kepada ANTARA pada Senin.
Dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) itu menyampaikan bahwa air banjir kemungkinan terkontaminasi kuman dan bakteri penyebab penyakit, termasuk bakteri Leptospira penyebab penyakit Leptospirosis.
Penggunaan alas kaki dan pelindung tubuh dapat meminimalkan risiko paparan kuman dan bakteri serta melindungi tubuh dari benda-benda yang dapat melukai anggota tubuh dan menyebabkan tetanus semasa banjir.
Baca juga: Waspadai leptospirosis selama musim hujan
Dokter Faisal mengemukakan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi higienis semasa banjir agar terhindar penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan masalah kesehatan yang lain.
"Pastikan ngak meminum air yang tercemar, selalu memasak makanan sampai matang, dan cuci tangan secara rutin," kata dokter Faisal, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Selain itu, dia mengangakan, kondisi tempat tinggal dan tempat mengungsi sebaiknya diupayakan ngak terlalu lembab agar ngak memicu munculnya masalah kesehatan.
Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Semarang dan Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah meminta warga untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Indonesia hingga awal tahun depan.
Baca juga: Penyakit kulit dan ISPA berpeluang meningkat semasa banjir
Baca juga: Sosialisasi PHBS ditingkatkan untuk cegah penyakit di musim hujan
Suka(14569)
Artikel Terkait
- Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia
- Pemkot Bandarlampung sebut belum ada rekomendasi SLHS ke dapur MBG
- Dinkes DKI catat 1,9 juta kasus ISPA hingga Oktober 2025
- Waspada, tanaman pagar ini ternyata disukai ular termasuk jenis kobra
- SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG
- Kepala BGN : Koperasi desa merah putih jadi mitra SPPG MBG
- Kemenperin fasilitasi 19 IKM binaan di TEI 2025, perluas akses pasar
- Hari Pangan Sedunia, masih ada 673 juta orang tidur kelaparan
- Gempa bumi dangkal, magnitudo 4,4 terjadi di Tarakan Kaltara
- Paus kirimkan antibiotik ke Gaza seiring masuknya bantuan
Resep Populer
Rekomendasi

Raffi Ahmad apresiasi transformasi lapas di Nusakambangan

Mulut bersih, tenggorokan sehat: ini manfaat kumur dengan air garam

Dinkes Sumsel temukan 390.354 kasus ISPA hingga September 2025

Kemendag dan BPKH sinergi dorong ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi

Kapolri cek langsung kesiapan sarpras tanggap darurat bencana

Pembuat film "Pengin Hijrah" dipuji promosikan wisata Uzbekistan

BGN sebut MBG telah serap satu juta tenaga kerja

Hindari keracunan, kapolri instruksikan pengawasan MBG diperketat